Ditulis oleh: Eka Iyank - Konselor Menyusui dan Anggota Divisi Komunikasi AIMI Pusat

REPOT!

Kata itu yang pertama kali terlintas di pikiran saya ketika suami mengajak pulang kampung (tepatnya kampung halaman saya) membawa Raza 3,5 tahun dan Raziq 11 bulan yang sedang aktif-aktifnya bergerak. Sudah terbayang akan repot sekali. Tapi ternyata realitanya tidak serepot yang dibayangkan. Persiapan juga tidak lama kok terutama persiapan hati yaitu menghilangkan perasaan repot. Apa saja yang saya persiapkan menjelang mudik pulang kampung?

  • Buat daftar bawaan yang diperlukan, bawa secukupnya saja

Ini penting, mengingat akan banyak sekali barang yang akan kita bawa, susun per kategori, misalnya : pakaian ibu, pakaian anak, pakaian dalam, mainan anak, dll (disesuaikan dengan kebutuhan). Pilih barang yang benar2 dibutuhkan. Karena saya pulang kampung ke rumah orang tua saya, saya memanfaatkan baju tidur dan baju rumah mama saya, hehehe.... Pakaian anak juga jangan terlalu banyak, karena sedang berada “di rumah” sendiri, fasilitas lebih memudahkan dalam mencuci pakaian.

  • Jika mudik menggunakan pesawat, sebaiknya bawa 1 tas ukuran sedang saja ke dalam kabin (back pack atau sling bag). Pilih tas yang nyaman dan mudah dijangkau. Tas favorit saya adalah sling bag atau tas selempang karena mudah dijangkau sambil menggendong anak, isinya :
  • Dompet
  • Telpon genggam
  • Power bank
  • Tiket pesawat
  • Baju ganti anak masing- masing 2 pakaian untuk 1 anak dan 3 diapers
  • Tisu basah
  • Cemilan anak
  • Minyak telon
  • Sapu tangan handuk
  • Apron menyusui (sekaligus bisa menjadi selimut bayi)
  • Botol minum
  • Mainan/buku anak berukuran kecil
  • Satu lagi, tentu saja jangan lupa membawa gendongan yang nyaman. Pilih gendongan yang praktis (mudah dipasang dan dilepas) serta tidak menyulitkan saat akan menyusui bayi.
  • Gunakan baju yang nyaman untuk menyusui dan atau membawa apron menyusui 

Ini tentunya poin penting untuk ibu menyusui saat traveling atau bahkan hanya sekedar keluar rumah bersama anak. Saat naik pesawat, saya menggunakan baju menyusui yang mudah diakses saat bayi ingin menyusu. Sedangkan saat jalan-jalan dan bersilaturahim saya selalu membawa apron menyusui.

 

  • Memilih jam keberangkatan sesuai jadwal tidur anak

Saya memilih menggunakan pesawat malam, sehingga potensi anak-anak untuk tidur selama perjalanan lebih besar, selain lebih sejuk juga karena sudah memasuki jadwal tidur anak-anak. Jika ingin memilih keberangkatan siang menggunakan pesawat, usahakan memilih jam keberangkatan sesuai dengan jadwal tidur anak. Jika menggunakan kendaraan pribadi atau kereta api, perjalanan sebaiknya dilakukan malam hari, apalagi jika perjalanan yang ditempuh panjang dan lama. Kebosanan anak-anak selama perjalanan juga bisa dikurangi dengan berangkat di malam hari.

  • Pilih kursi di dekat lorong
  • Ini memudahkan saya ke toilet atau menenangkan bayi atau anak jika sudah bosan. Untungnya selama perjalanan anak-anak tidur.
  • Menyusui bayi saat pesawat akan take off dan landing
  • Aktivitas bayi mengisap dan menelan ASI akan mengurangi tekanan di telinga akibat perubahan tekanan udara, sehingga mencegah telinganya sakit. Untuk anak yang besar, saya berikan cemilan.
  • Hindari penggunaan dot, botol atau empeng
  • Menyusui langsung jelas lebih higienis, praktis, aman karena tidak beresiko terpapar kuman dll. Yang terpenting, saat bepergian jauh, menyusu sangat menenangkan bagi anak. Saya sangat menikmati menyusui bayi selama perjalanan.
  • Selamat mudik Moms J

Terdapat pada kategori Informasi pada 17 Jun 2017

Informasi Lainnya