Siaran Pers AIMI Lampung

Refleksi Tahun 2016
Posisi dan Pelekatan Bayi yang Kurang Tepat Sering Menjadi Penyebab Kegagalan Menyusui

BANDARLAMPUNG-- Setahun sudah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Lampung hadir dan terus berupaya meningkatkan angka ibu menyusui.

Beberapa kegiatan AIMI Lampung lakukan untuk mendukung sukses menyusui.

Adapun kegiatan tersebut berupa AIMI Goes to Community, AIMI Goes to Office, kelas edukasi ASI, home visit dan sosialiasi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dengan target sasaran perempuan hamil dan menyusui.

Ketua AIMI Lampung Upi Fitriyati pada Rabu (28/12/2016) mengatakan permasalahan yang sering muncul dan berdampak pada gagal menyusui adalah pada posisi dan proses pelekatan bayi kurang tepat.

Dari 500 orang yang konsultasi langsung dengan konselor AIMI Lampung datang dengan keluhan yang sama.

"Ini terlihat sepele memang, banyak kaum ibu yang mengabaikannya padahal, pelekatan kunci keberhasilan menyusui," katanya.

Posisi menyusui akan mempengaruhi kenyamanan baik ibu dan bayi selama menyusui.

Sedangkan perlekatan akan mempengaruhi proses pengeluaran ASI dari payudara.

Perlekatan yang baik akan membuat bayi bisa menghisap ASI secara optimal sehingga nutrisi mencukupi dan tumbuh kembangnya pun optimal.

"Sebaliknya pelekatan yang tidak baik akan membuat aliran ASI tidak lancar. bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup, proses menyusui menjadi tidak nyaman dan lama," ujar Upi.

Perlekatan yang tidak baik juga akan menyebabkan beberapa keluhan lain yang dirasakan oleh ibu seperti, payudara bengkak dan puting lecet yang bisa menyebabkan rasa sakit saat menyusui.

Rasa sakit ini bisa menyebabkan trauma baik bagi ibu maupun bayi. Sehingga sangat penting bagi ibu untuk belajar tentang perlekatan yang baik sebelum melahirkan.

"Kesuksesan proses menyusui juga sangat dipengaruhi oleh proses IMD (Inisiasi Menyusu Dini) yang dilaksanakan segera setelah persalinan,"kata dia lagi.

Setahun terakhir ini AIMI Lampung juga menilai belum semua fasilitas kesehatan mendukung program asi eksklusif.

Ini terlihat masih banyak runah sakit bersalin atau bidan yang melayani ibu melahirkan tidak melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada saat membantu persalinan.

Kalaupun melaksanakan IMD belum melaksanakan sesuai rekomendasi WHO yang harus dilaksanakan minimal 60 menit atau 1 jam dan bukan hanya untuk mencapai tujuan akhir menemukan puting ibu.

Untuk itu perlu kiranya fasilitas kesehatan memiliki tenaga kesehatan yang komitmen dalam memberikan dukungan terhadap program ASI Eksklusif.

AIMI Lampung juga berharap ke depan ada fasilitas kesehatan di Provinsi Lampung yang memiliki fasilitas klinik laktasi, sehingga AIMI Lampung dapat merekomendasikan klien ke klinik laktasi tersebut jika ada tindakan medis yang harus dilakukan sehingga dapat membantu proses menyusui berjalan lancar dan sukses.(*)

Divisi Komunikasi AIMI Lampung
Ketua: Eni Muslihah 0813-7945-0134


Terdapat pada kategori Siaran Pers pada 28 Dec 2016

Informasi Lainnya