ASI merupakan makanan tunggal bagi bayi di 6 bulan pertama usianya. Selayaknya proses persalinan, proses menyusui adalah proses yang alami. Walaupun demikian, para ibu tetap harus mempersiapkan diri dengan sebaik2nya secara menyeluruh (body, mind, and soul) untuk dapat menyusui bayinya dengan nyaman.

Persiapan dari segi fisik (body) meliputi asupan makanan yang bergizi seimbang dan mempelajari manajemen menyusui. Persiapan dari segi pikiran (mind) meliputi ketenangan pikiran, sehingga ibu percaya diri bahwa dirinya mampu memproduksi ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang bayi. Persiapan dari segi jiwa (soul) meliputi niat yang tulus ikhlas untuk memberikan yang terbaik bagi bayi.

Tantangan yang paling sering dihadapi oleh ibu menyusui adalah bahwa ibu merasa produksinya tidak mencukupi sehingga menghambat aktivitas menyusui. Hal ini biasanya disimpulkan jika bayi sering menangis, bayi tidur tidak nyenyak, sering terbangun, dan bayi terlihat kurus. Padahal, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi hingga menginjak usia dua tahun.

Tidak dapat dipungkiri lagi, ketenangan pikiran dan keikhlasan ibu untuk menyusui bayinya merupakan faktor pendukung yang tidak kalah pentingnya dengan persiapan fisik seperti makan dengan gizi seimbang, minum yang cukup, pijat payudara, mempelajari manajemen menyusui yang benar.

Sebenarnya pada usia kehamilan 16 minggu, ASI sudah mulai diproduksi oleh hormon prolaktin di dalam tubuh ibu, tetapi karena ada hormon estrogen yang bekerja secara dominan, maka kerja prolaktin terhambat. Setelah proses persalinan (ketika bayi dan plasenta keluar dari tubuh ibu), hormon estrogen menurun drastis, sehingga hormon prolaktin menjadi dominan dan ASI mulai keluar pada waktu 2-3 hari setelah proses persalinan.

Selain hormon prolaktin, hormon yang tidak kalah pentingnya dalam proses menyusui adalah hormon oksitosin. Jika hormon prolaktin berfungsi untuk memproduksi ASI, hormon oksitosin ini berfungsi untuk mengalirkan ASI sehingga dapat dikonsumsi oleh bayi melalui hisapan bayi.

Kerja kedua hormon tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu. Semakin ibu tenang dan percaya diri, apalagi jika didukung oleh pengetahuan ibu tentang manajemen menyusui, maka proses menyusui bisa dilalui dengan lebih mudah. Jika ibu khawatir, tidak percaya diri, banyak pikiran, maka proses menyusui bisa terhambat.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam menyusui adalah dengan teknik hypno-breastfeeding. Hypno-breastfeeding berasal dari 2 kata, yaitu hypnos dan breastfeeding. Hypnos berasal dari kata Yunani yang berarti tidur / pikiran tenang. Breastfeeding adalah proses menyusui. Jadi pengertian hypno-breastfeeding adalah upaya alami menggunakan energi bawah sadar agar proses menyusui berjalan dengan nyaman lancar, serta ibu dapat menghasilkan asi yang mencukupi untuk kebutuhan tumbuh-kembang bayi. Caranya adalah dengan memasukkan kalimat-kalimat afirmasi positif yang membantu proses menyusui disaat si ibu dalam keadaan sangat rileks atau sangat berkonsentrasi pada suatu hal (keadaan hipnosis).

Manfaat dari Hypnobreastfeeding yang utama tentunya adalah meningkatkan produksi dan aliran ASI, namun ada lagi manfaat lainnya seperti meningkatkan ketenangan ayah dan ibu sehingga tercipta keluarga yang senantiasa harmonis dan menciptakan lingkungan yang positif bagi bayi.

Adapun cara kerja hypno-breastfeeding adalah :

  • Mengurangi kecemasan dan stress pada ibu sehingga dapat meningkatkan produksi ASI
  • Menghilangkan kecemasan dan ketakutan sehingga ibu dapat memfokuskan pikiran kepada hal-hal yang positif
  • Meningkatkan kepercayaan diri ibu, sehingga membuat ibu merasa lebih baik dan percaya diri dalam perannya sebagai seorang “new mum

Contoh afirmasi positif untuk ibu menyusui :

  • Saya semakin tenang dan relaks
  • Seluruh sel, organ, dan hormonal bekerja secara seimbang
  • Produksi ASI optimal untuk kebutuhan bayi
  • Aliran ASI lancar
  • Bayi tumbuh dan berkembang secara sehat dan cerdas, baik jasmani maupun rohani

Teknik hypno-breastfeeding ini sangat membantu saya sehingga sampai sekarang (anak saya usia 19 bulan) saya masih tetap dapat menyusui anak saya. Berawal dari masa kehamilan, saya tidak mencari informasi apapun tentang menyusui. Pada hari H operasi Caesar, bidan yang mempersiapkan saya sebelum operasi melihat puting saya (yang ternyata datar), lalu berkomentar “Ibu, ini pasti nanti akan setengah mati menyusuinya, karena putingnya datar”. Saya yang tidak memiliki informasi apapun perihal ASI dan menyusui, langsung shock saat mendengar perkataan bidan tersebut. Alhasil, apa yang dikatakan oleh bidan tersebut benar-benar menjadi kenyataan, saya setengah mati waktu menyusui bayi saya. Dan efeknya, berat badan anak saya mandeg, hanya naik sekitar 200 gr per bulannya.

Saya konsultasi ke beberapa tempat, sampai seorang dokter anak yang juga merupakan pakar laktasi di Indonesia ini berkata bahwa hormon yang berperan dalam proses menyusui ada 2, yaitu prolaktin (untuk produksi ASI) dan oksitosin (untuk mengalirkan ASI). Kalau masalahnya hanya di prolaktin, beliau bisa membantu, dengan cara memperbaiki pelekatan dan posisi menyusui. Tapi kalau masalahnya di oksitosin, beliau mengaku tidak bisa membantu. Saat itu saya tersadar, waktu hamil dulu, saya belajar bahwa hormon oksitosin akan bekerja optimal jika kita dalam kondisi relaks. Dan saya bisa hipnoterapi, jadi saya yakin bahwa hipnoterapi bisa membantu saya dalam proses menyusui. Ternyata benar, setelah saya rutin berlatih setiap hari, ASI saya semakin bertambah sehingga akhirnya bisa memenuhi kebutuhan anak saya untuk tumbuh kembang secara optimal, dan berat badannya pun bertambah sekitar 600 gr per bulan.


Terdapat pada kategori Informasi pada 21 Mar 2011

Informasi Lainnya

Jeda Buat Mama

SESI ONLINE AIMI (SELAMI) Menyusui

MPASI Terbaik Pada Masa Pandemi Covid 19