TEMPAT KERJA SAYANG BAYI: CONTOH LANGKA DARI SUMEDANG

“Memberi ASI penting bagi bayi. Mengapa? Check this out!”
Tulisan tersebut terpampang di sebuah poster besar, mendampingi sebuah gambar seorang ibu menyusui bayinya. Di bawah judul dan gambar tersebut, tertulis berbagai manfaat pemberian ASI, antara lain karena ASI memberikan aspek gizi lengkap, aspek imunologik,aspek psikologik, aspek neurogik dan kecerdasan, serta aspek ekonomis.
Setelah itu, poster tersebut menyimpulkan
“So, ASI pasti paling bagus dan gratis!”

Contoh Poster Hasil Karya Karyawan PT Dewhirst
(Foto: Sarah)

Anda mungkin mengira bahwa poster tersebut terpajang di dinding sebuah ruangan pusat pelayanan kesehatan, sampai Anda melihat tulisan paling bawah di poster yang sama, “PT Dewhirst mendukung pemberian ASI bagi bayi Anda dengan menyediakan fasilitas ruang laktasi di klinik dan Central Office berikut kulkas untuk penyimpanan ASI”.

Memang, poster tersebut terpajang di dinding ruang pelatihan di kompleks pabrik PT Dewhirst Men’s Wear, sebuah pabrik garmen yang memproduksi pakaian pria untuk merek Marks and Spencer yang berlokasi di Jalan Raya Rancaekek, Sumedang, tersebut.
Poster tersebut hanyalah satu dari sekian poster bertema ASI yang tertempel di ruangan perusahaan tersebut, yang dibuat oleh karyawan dan buruh PT Dewhirst dalam rangka lomba pembuatan poster ASI yang diadakan oleh manajemen. Ditanya dalam rangka apa perusahaan mengadakan lomba tersebut, baik dr. Adiah Desty dan ibu Yuyun Yuningsih dari PT Dewhirst yang menemani kami berkeliling di di lingkungan perusahaan sore itu menyatakan tidak ada peristiwa khusus, dan ini bukan kali pertama PT Dewhirst menyelenggarakan lomba-lomba semacam itu untuk karyawan.

Keberadaan poster-poster tersebut semakin memperkuat bukti bahwa PT Dewhirst Menswear merupakan satu dari sangat sedikit perusahaan yang layak menyandang predikat sebagai Perusahaan Sayang Bayi.

Dukungan dan Fasilitas yang Disediakan PT Dewhirst bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Dengan sekitar 98% dari kurang lebih 5000 karyawannya adalah perempuan, dan sebagian besar di antaranya telah berkeluargan, tak mengherankan jika kehamilan menjadi ‘pemandangan’ yang umum di PT Dewhirst. Dr. Adiah menyebutkan setiap bulan tak kurang dari 200-300 pekerja yang hamil yang memeriksakan diri ke klinik kesehatan perusahaan. Tak seperti kebanyakan perusahaan lain, PT Dewhirst memberikan dukungan dan fasilitas yang sangat memadai bagi ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui (busui) , bahkan di antaranya melebih ketentuan peraturan ketenagakerjaan .

Menurut kriteria yang disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebuah tempat kerja merupakan Tempat Kerja yang Sayang Bayi jika memenuhi kriteria-kriteria sebagia berikut:

    Pemimpin peduli dan  mendukung tenaga kerja wanita dalam pemberian ASI
    Perusahaan mempunyai. kebijakan tentang ijin menyusui dalam waktu kerja, penyesuaian jenis dan waktu kerja, cuti cukup, jaminan tetap kerja, upah sama.
    Menyediakan  ruang dan sarana menyusui (termasuk lemari es)
    Menyediakan tempat penitipan bayi
    Mempunyai petugas penanggung jawab peningkatan pemberian ASI
    Menyelenggarakan penyuluhan dengan menggunakan paket media informasi
    Bantuan lain: lingkungan kerja, perlindungan kerja, pelayanan kesehatan, pengawasan kebersihan makanan, dsb

Mengikuti ketentuan UU No. 23/2003 tentang Ketenagakerjaan, PT Dewhirst memberikan cuti melahirkan selama tiga bulan bagi karyawannya. Selain itu, saat kehamilan, diusahakan rotasi posisi bagi karyawan setingkat buruh operator sehinga mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dengan posisi duduk. Akan tetapi jika tidak memungkinkan, buruh operator yang sedang hamil diberikan kursi agar dia dapat duduk sewaktu-waktu.

Setiap buruh dan karyawan yang hamil di PT Dewhirst wajib melaporkan kehamilannya pada manajemen. Selanjutnya, karyawan yang bersangkutan kemudian mendapatkan pemeriksaan secara rutin di klinik perusahaan tersebut. Karyawan juga mendapatkan suplemen vitamin yang dibutuhkan oleh seorang bumil. Dulu sering ditemukan vitamin tersebut terbuang begitu saja, tidak diminum. Oleh karean itu, manajemen memutuskan untuk membentuk tim Pendamping Minum Vitamin (PMV). Setiap karyawan dalam posisi manajemen, bahkan mulai dari pucuk pimpinan, diberikan tugas untuk mendampingi beberapa karyawan yang hamil, dan bahkan diberikan nomor HP tersebut. Para PMV dan karyawan yang didampinginya, bertemu di klinik untuk minum vitamin di klinik tersebut. Pada kesempatan itu pula para PMV juga berperan sebagai konselor, berbicara dan mendengarkan keluhan dari karyawan yang hamil tersebut.

Selain pemeriksaan rutin, perusahaan juga memberikan fasiltias pemeriksaan USG pada usia kehamilan 7 bulan, pemeriksaan kadar Hb dalam darah selama dua kali, serta suntikan anti tetanus sebanyak dua kali dalam masa kehamilan.
Perusahaan menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan asuransi dalam hal penyediaan layanan pemeriksaan dan pertolongan persalinan. Sejauh mungkin, bidan-bidan yang dipilih untuk bekerja sama adalah bidan yang telah mencapai status Bidan Delima. Kinerja para bidan dan juga dokter yang menjadi mitra dari PT Dewhirst dievaluasi sewaktu-waktu melalui kuesioner yang diisi karyawan bumil setelah melahirkan dan masuk kembali. Bidan yang kurang bagus pelayanannya dapat diputus kerjasamanya dengan PT Dewhirst. Namun PT Dewhirst juga mendorong peningkatan kapasitas bidan-bidan mitra mereka dengan secara rutin melakukan training bagi bidan-bidan tersebut.

Karyawan busui yang ingin terus memberikan ASI bagi bayinya juga diberikan dukungan dengan penyediaan dua ruang laktasi dan kulkas untuk menyimpan ASI mereka. Semua tingkatan karyawan diberikan waktu untuk memerah ASI, dan hal ini selalu diingatkan kembali kepada supervisor maupun manajer langsung dari karyawan tersebut.

Ruang Laktasi dan Kulkas yang Disediakan Perusahaan
(Foto: Sarah)

Informasi mengenai kehamilan dan menyusui juga diberikan secara teratur oleh PT Dewhirst, dan diikuti secara antusias oleh karyawannya, seperti terlihat pada -kelas AIMI Goes to Offices yang diberikan oleh AIMI Jawa Barat. Melihat antusiame dan respon dari karyawan yang cukup tinggi, progam AIMI Goes to Office di PT Dewhirst ini diselenggarakan beberapa kali, dan bahkan manajemen meminta diadakan kelas tambahan dari jadwal yang sudah disepakati semula bersama AIMI Jawa Barat. Materi tertulis yang disampaikan AIMI Jawa Barat melalui brosur , yang selalu tersedia di klinik perusahaan, juga selalu terdistribusi sampai habis.

Konselor Laktasi AIMI Jawa Barat
memberikan materi tentang ASI di PT Dewhirst
(Foto: Sarah)

Tidak hanya kehamilan dan menyusui, PT Dewhrist juga berencana memberikan penyuluhan lain seperti tentang materi kesehatan reproduksi dan kesehatan gizi balita. Tujuan utamanya tak lain untuk membantu karyawannya agar dapat mendorong keluarga mereka lebih sejahtera. Menjajaki kerjasama dengan AIMI Jabar untuk pemberian materi amengenai peningkatan gizi anak melalui pemberian MPASI, Ibu Hayati dari PT Dewhirst mengingatkan agar materi yang akan disajikan disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan serealistis mungkin dapat dilaksanakan oleh sebagian besar karyawan yang berstatus buruh operator tersebut.

Evaluasi Menerus untuk Meningkatkan Kualitas Dukungan Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Satu hal yang menarik dari PT Dewhirist adalah bahwa secara rutin semua fasiltas dan dukungan tersebu selalu dievaluasi secara rutin untuk dilakukan perbaikan. Setiap karyawan dan buruh operator yang masuk kembali setelah selesai menjalani cuti melahirkan akan diberikan satu lembar kuesioner yangg antara lain pertanyaan apakah karyawan yang bersangkutan menyusui, jika tidak apa kendala/alasannya, serta penilaian terhadap pelayanan bidan atau tenaga kesehatan yang mereka datangi. Tak hanya itu, mulai tahun 2010 pada setiap kejadian bayi meninggal saat lahir, PT Dewrhist juga mengadakan verbal autopsy bagi kematian bayi baru lahir – suatu data yang sangat langka bahkan di lingkungan pelayanan kesehatan dari pemerintah sekalipun!
Data-data dari kuesioner dan verbal autopsy tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan dukungan dan sarana kesehatan bagi karyawan. Contohnya adalah pemutusan kerjasama dengan bidan yang berdasarkan hasil evaluasi dianggap tidak dapat memberikan pelayanan yang baik, atau penambahan pelaksanaan AIMI Goes to Office karena tingginya animo karyawan untuk mendapatkan informasi tentang ASI.

Dengan monitoring evaluasi yang cukup ketat seperti itu yang selalu ditindaklanjuti dengan perbaikan, maka tak mengherankan apabila tingkat kematian bayi di lingkungan karyawan PT Dewhirst mengalami penurunan, dari 34 kematian per tahun pada tahun 2007 menjadi 10 kejadian pada tahun 2010

Perusahaan Sayang Bayi

Dengan dukungan dari perusahaan yang sedemikian besar tersebut, kendala yang masih dijumpai untuk mendorong ibu menyusui adalah kendala tempat. Sebagian buruh menitipkan bayi mereka pada orang tua atau kerabat di kampung, sementara mereka sendiri tinggal di daerah sekitar perusahaan dengan menyewa kamar kos. Mereka yang memilih menitipkan bayi mereka di kampung menyebutkan tidak ada orang yang dapat dimintai bantuan untuk menjaga bayi ketika mereka bekerja. Sejauh ini, memang PT Dewhirst belum menyediakan tempat penitipan bayi di lingkungan perusahaan.
Terlepas dari hal tersebut, keseluruhan fasilitas dan dukungan yang diberikan PT Dewhirst kepada ibu hamil dan menyusui sungguhlah sangat langka di lingkungan tempat kerja di Indonesia, dan predikat “Perusahaan Sayang Bayi” pantas disandang oleh PT Dewhirst. Pemberian fasilitas dan dukungan semacam itu tidak hanya memberikan manfaat bagi karyawan saja, tetapi perusahaan juga mendapatkan timbal balik melalui karyawan yang produktif dan bersemangat. Hal ini terlihat dalam antusiasme dari pihak manajemen PT Dewhirst dalam memberikan penjelasan serta guided tour di lingkungan pabrik kepada AIMI Jabar menunjukkan hal itu, juga antusiasme para karyawan yang sore itu dengan serius mengikuti penjelasan konselor AIMI Jawa Barat mengenai tips-tips sukses menyusui. Hal tersebutlah yang menyebabkan AIMI Jawa Barat memberikan penghargaan kepada PT Dewhirst Menswear sebagai “Perusahaan Sayang Bayi” yang disampaikan AIMI Jabar dalam Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) pada tahun 2010 yang lalu.

Semoga saja langkah PT Dewhirst ini dapat menjadi teladan bagi perusahaan dan instansi pemberi kerja di seluruh Indonesia!

by : Nurul Widyaningrum (Sekretaris AIMI Jawa Barat)

This entry was posted in Berita, Features. Bookmark the permalink.

2 Responses to TEMPAT KERJA SAYANG BAYI: CONTOH LANGKA DARI SUMEDANG

  1. ade lestari says:

    sy mau bertanya, perusahaan lain yang memberikan fasilitas ruang laktasi di sekitar bandung atau sumedang selain pt. dewhirst ada lg ga? sy sedang penelitian di pt. dewhirst ttg ASI eksklusif.. untuk uji validitasnya sy butuh perusahaan lain yg kriterianya sama, kira2 dmn ya? mohon informasinya…
    trmaksih sebelumnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>